Guru PAUD Sahabat Educa, Kurikulum PAUD terbaru di tahun 2024 ini sangat menekankan pada penguatan literasi dan numerasi kepada anak didik. Namun, tentu saja dengan metode pembelajaran yang menyenangkan dan eksploratif. Di masa depan, kemampuan literasi dan numerasi akan sangat berguna untuk memecahkan masalah sehari-hari dan mengambil keputusan yang terbaik. Selain itu, keterampilan ini juga bermanfaat untuk membuka peluang pendidikan lanjutan, pengembangan karir, dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat. Artikel terkait:- Kurikulum DEEP LEARNING dan PENGEMBANGAN LITERASI untuk Anak PAUD Usia 4-6 Tahun- MUDAH Memahami Pembelajaran yang MINDFUL, MEANINGFUL, dan JOYFUL di KURIKULUM PAUD DEEP LEARNING Pengembangan Literasi Dasar Literasi dasar bagi anak PAUD meliputi:- Kemampuan untuk mengenal angka, huruf, dan simbol dasar. - Memahami dan mengungkapkan pemikiran atau gagasan melalui media visual, suara, atau penjelasan langsung.- Kemampuan dalam mendengarkan, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan sesama. Pengembangan literasi dasar merupakan langkah penting dalam perkembangan bahasa dan kemampuan kognitif anak usia dini. Literasi dasar bisa dilakukan dengan cara yang praktis dan sederhana, misalnya dengan melakukan kegiatan: Mengenalkan Huruf dan AngkaGuru menggunakan kartu bergambar atau mainan edukatif untuk mengenalkan huruf dan angka dengan cara yang menyenangkan. Menonton dan Mendiskusikan Dongeng AnimasiAnak didik menonton film dongeng pendek, lalu menjawab pertanyaan interaktif dari guru atau melakukan kegiatan menarik seputar dongeng yang baru saja ditonton (misalnya menulis pesan moral atau sifat-sifat tokoh dalam cerita). Bernyanyi dan BerpuisiAnak didik menyanyikan lagu atau mengucapkan puisi yang sederhana serta menarik untuk didiskusikan. Pastikan anak didik tidak kesulitan dalam menghafalkan syair lagu atau puisi. Kegiatan BerceritaGuru memilihkan cerita / dongeng yang pendek, sederhana, dan mudah dihafalkan. Sehingga, anak didik bisa melakukan kegiatan praktik bercerita dengan ekspresif dan menampilkannya secara menarik. Kegiatan bercerita juga bisa dengan menggunakan media gambar agar lebih menarik. Membaca Buku Bacaan SederhanaAnak didik membaca buku dengan pengucapan yang jelas, intonasi yang baik (tidak monoton), serta bisa melakukan interaksi dengan teman lain yang sedang menonton. Kegiatan Menulis SederhanaAnak didik melakukan kegiatan pengenalan huruf dengan kegiatan menggambar dan mewarnai. Lalu, anak didik dengan bantuan guru menulis huruf, kata, atau kalimat sederhana. Agar anak didik makin bersemangat, kegiatan ini bisa dilakukan dengan alat tulis berupa pensil warna, spidol warna, dan lainnya. Anak didik juga bisa menggunakan media kertas bergambar, LKPD, papan tulis, atau buku tulis berwarna. RIRI: Animasi Cerita Anak Interaktif Membantu Kembangkan Karakter Anak Indonesia Pengembangan Numerasi Dasar Pengembangan literasi angka meliputi kemampuan dalam mengenal angka 1-10, berhitung sederhana, mengenal ukuran, penjumlahan, pengurangan, dan lainnya. Aneka kemampuan ini bisa diajarkan dengan mengajak anak didik melakukan aneka variasi kegiatan di bawah ini: Belajar AngkaAnak didik belajar angka 1-10 dengan metode yang variatif dan menyenangkan. Berhitung SederhanaAnak didik belajar konsep penjumlahan dengan menghitung benda-benda di sekitar atau dengan media-media yang menarik dan ramah anak (misalnya: biji-bijian, kelereng, kancing baju, dan lainnya). Mengenal UkuranAnak didik mengenal ukuran lebih besar atau lebih banyak, misalnya mengenal bahwa gajah lebih besar dari semut atau kelereng yang jumlahnya 6 biji lebih banyak daripada kelereng yang jumlahnya 3 biji. Mengurutkan AngkaAnak didik bisa mengurutkan angka yang disusun secara acak menjadi urutan yang tepat, misalnya dengan media kartu bergambar angka 1 - 10. Mencocokkan gambarAnaka didik bisa mencocokkan gambar pada LKPD bahwa gambar bola yang jumlahnya 5 buah dipasangkan (dengan membuat garis) dengan angka 5. Baca juga: Aneka Aktivitas Anak PAUD - TK untuk Belajar Angka Pengembangan Literasi dan Numerasi Dasar Melalui Pembiasaan Sehari-Hari Guru PAUD Sahabat Educa, pembiasaan sehari-hari adalah salah satu cara efektif dan praktis untuk mengembangkan literasi dan numerasi anak didik. Beberapa cara menarik dan praktis melalui pembiasaan sehari-hari adalah: Belajar dengan Edu-signEdu-sign bisa dicetak dan dipajang di sekitar kelas atau sekolah. Bentuknya bisa berupa stiker atau poster. Edu-sign membantu anak PAUD untuk memahami konsep dasar dalam bentuk gambar / visual, dan bermanfaat untuk memperkaya keterampilan linguistik, pengenalan angka, dan mendukung perkembangan pengetahuan. Mengajak Berhitung dengan Media Benda di SekitarGuru bisa mengajak anak didik belajar berhitung di luar jam pelajaran, misalnya dengan mengajak menghitung jumlah jendela di kelas, jumlah meja guru di kelas, dan lainnya. Kegiatan ini bisa memperkaya kosakata dan meningkatkan keterampilan berhitung. Membaca Buku BersamaSaat jam istirahat, anak didik bisa diajak membaca buku bersama. Guru bisa meminta anak didik menyebutkan nama benda dan jumlah benda dalam buku cerita. Baca juga: Apa Itu Kefasihan Membaca? Mengapa Penting Bagi Anak? Menggambar BendaGuru memberikan kertas kosong (bisa juga kertas bekas) dan meminta anak didik menggambar benda sesuai tema (misalnya tema hewan) sebanyak-banyaknya. Setelah itu, anak didik diminta menyebutkan nama benda / hewan tersebut. Mengobrol dengan Topik TertentuGuru mengajak anak didik mengobrol, misalnya tentang pengalaman saat liburan. Guru bisa mengarahkan obrolan pada hal-hal yang berhubungan dengan pengembangan numerasi, misalnya jumlah anggota keluarga yang ikut, jumlah tempat wisata yang dikunjungi, besarnya kolam renang yang dikunjungi, dan lainnya. Pengembangan literasi dan numerasi sangat menentukan kesuksesan kurikulum 2024. Melalui pengembangan literasi dan numerasi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, anak didik bisa semakin merasakan manfaat dari pembelajaran yang Ful Ful atau mindful, meaningful, dan joyful. Pendekatan ini juga diharapkan akan semakin mampu membentuk fondasi emosional, sosial, dan kognitif anak secara lebih optimal. LKA PAUD GRATIS: Unduh di Platform Educa Studio Sumber Referensi:1. Freepik.com. (2023). Young mother little son reading book home [1]
Bunda PAUD Sahabat Educa, Kurikulum Deep Learning sedang marak diperbincangkan. Kurikulum Deep Learning di satuan PAUD mengutamakan pendekatan pembelajaran eksploratif dan mendalam. Kurikulum ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan interaktif, sehingga perkembangan kreativitas, keterampilan berpikir kritis, dan pemahaman konseptual anak didik bisa lebih optimal. Artikel Terkait:- LENGKAP, Koleksi Modul Ajar PAUD Berbagai Usia- Kumpulan Permainan Seru PAUD dengan Berbagai Topik / Tema Literasi anak didik usia PAUD, terutama yang berusia 4-6 tahun, berhubungan dengan kemampuan dasar pengenalan huruf, membaca, menulis, berbicara, mendengar, dan memahami informasi. Kegiatan yang diberikan harus menyenangkan, yaitu melalui bermain dan memberikan kesempatan kepada anak didik untuk aktif dan mampu bereksplorasi. Tujuan pembelajaran literasi dalam deep learning adalah menguatkan kemampuan pengenalan huruf dan kata, serta memahami cerita sederhana. Melalui kegiatan presentasi / bercerita dan diskusi diharapkan anak didik bisa semakin optimal dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritisnya. Marbel TK dan PAUD: Efektif Mengembangkan Aneka Keterampilan Dasar Si Kecil Anak didik juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan daya kreativitasnya melalui kegiatan menulis, menggambar, bermain, dan aneka kegiatan yang interaktif sehingga mampu memperkuat aneka keterampilan, karakter dan sosio-emosional anak didik. Kegiatan Seperti Apa yang Sesuai dan Menarik dalam Kurikulum Deep Learning? Berpusat pada Anak Didik Guru adalah fasilitator. Anak didik berperan lebih aktif dalam proses pembelajaran. Kegiatan yang dilakukan berpusat pada pengembangan aneka kecerdasan anak didik dan perlu disesuaikan dengan minat dan bakat. Baca juga: 5 Macam Pembelajaran Siswa Aktif di PAUD Interaktif Melakukan presentasi, diskusi, tanya jawab, permainan peran, refleksi dan aneka kegiatan yang interaktif perlu diberikan dalam pembelajaran. Berbasis Proyek Guru bisa memberikan beberapa proyek literasi yang menarik dan sederhana, misalnya membuat dokumentasi berbentuk video saat siswa bercerita, membuat buku belajar aneka alfabet, membuat kreasi buku cerita sederhana, dan lainnya. Baca juga: Tips Memberikan Kegiatan Berbasis Proyek di Akhir Semester Kegiatan Multisensori Anak didik bisa melakukan kegiatan seni dalam mengembangkan kemampuan literasinya, misalnya dengan mewarnai huruf, mencetak huruf dari bahan playdough, melukis huruf dengan jari, menulis huruf dengan media pasir, dan lainnya. Apa saja Media Belajar Pengembangan Literasi yang Dibutuhkan? Penyediaan alat peraga dalam kurikulum deep learning perlu ada korelasi dengan tujuan pembelajaran dan kebutuhan siswa, serta mampu memberikan motivasi kepada anak didik agar mampu berinteraksi dan berpikir kritis. Agar mendukung ragam gaya belajar anak didik, media pembelajaran yang variatif dan multiguna juga sangat dibutuhkan. Berikut ini adalah beberapa diantaranya: Buku Cerita Buku Cerita perlu memiliki gambar menarik, berwarna, dan sesuai dengan perkembangan anak. Flash Card Tema Huruf Kartu bertema huruf besar dan kecil, serta memiliki gambar animatif dan menarik. Media Digital Media belajar berbasis teknologi seperti video animasi, permainan edukasi, platform pendidikan (yang menyediakan permainan dan media belajar interaktif) bisa menjadi pilihan. Poster Interaktif Poster dengan tema nama hari, nama tempat bersejarah, pengenalan alfabet, dan lainnya bisa dijadikan media mengajar interaktif. Alat Tulis untuk Kegiatan Kreatif Siapkan ide kegiatan menarik dengan buku tulis, kertas warna, buku gambar, pensil / spidol warna, dan lainnya, misalnya: Membuat buku cerita sederhana dengan buku tulis Menulis kata dan menggambar bentuk sesuai kata. Baca juga: 8 Cara Praktis Kembangkan Skill Anak Menulis Cerita Puzzle Huruf Pilih puzzle dengan gambar dan huruf, agar siswa bisa belajar membaca dan mengenal kosakata. Ajak Anak Belajar Melalui Pembiasaan dan Pengalaman Nyata Bunda PAUD Sahabat Educa, semoga dengan menerapkan Kurikulum Deep Learning, anak-anak didik akan semakin bersemangat belajar serta mendapatkan pengalaman belajar yang eksploratif, menyenangkan, dan mendukung perkembangan literasi mereka. Dengan menerapkan metode mengajar yang interaktif dan berpusat pada anak didik, diharapkan pula agar anak didik bisa mendapatkan kesempatan untuk mengambangkan keterampilan berpikir kritis, daya imajinasi, kreativitas, dan sosio-emosional / karakter anak didik. Tetap semangat belajar Bunda PAUD Sahabat Educa. Jangan lelah untuk terus belajar demi memberikan kualitas mengajar yang makin mantap! Baca juga: LKPD PAUD BELAJAR BERHITUNG DAN ANGKA GRATIS Bisa Diunduh di Portal Ini
Bunda PAUD Sahabat Educa, hingga saat ini belum ada wacana bahwa Kurikulum Deep Learning akan menggantikan nama Kurikulum Merdeka yang hingga saat ini masih berlaku. Namun, ada 3 hal menarik yang sudah banyak diperbincangkan dan dibahas dalam berbagai forum dan platform berita, yaitu Kurikulum Deep Learning (yang) Ful-Ful. Ful-ful mengandung 3 konsep penting dalam pembelajaran, yaitu Mindful, Meaningful, dan Joyful. Artikel Terkait:- Kurikulum DEEP LEARNING di PAUD: Apa Cirinya dan Contoh Aktivitasnya? Bagaimana Penerapannya?- 4 Variasi Aktivitas untuk Penguatan Literasi dan Numerasi Kurikulum Merdeka Belajar PAUD Dilansir dari akun instagramnya, Bapak Abdul Muti mengungkapkan visi pendidikan masa mendatang perlu membawa siswa pada pengalaman belajar yang lebih bermakna dan mendalam, serta dengan metode yang menyenangkan. Di dalam kurikulum ini, beban materi akan diminimalisir. Anak didik akan diajak untuk memahami secara lebih mendalam tentang materi pelajaran dan diajak untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran. Kurikulum ini bertujuan mengurangi beban materi, mendorong pemahaman yang lebih dalam, serta meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Guru juga berperan dalam menentukan materi apa yang hendak diajarkan dan metode mengajar yang hendak digunakan kepada anak didik, dengan cara memahami minat atau potensi dan kebutuhan dari anak didik. RIRI: Membantu Kembangkan Karakter Anak Dengan Media Dongeng Animasi Dengan menerapkan cara belajar ini, diharapkan pula siswa untuk semakin mampu berpikir kritis, kreatif, dan analitis. Belajar menghafalkan memang penting. Namun, hal yang lebih penting adalah bagaimana menerapkan apa yang telah dipelajari melalui kegiatan praktik dan pembiasaan sehari-hari. GRATIS: Unduh LKA (Lembar Kerja Anak) dengan Variasi Tema 3 Prinsip Pembelajaran Kurikulum Ful-Ful Kurikulum ini memiliki 3 prinsip utama, yaitu Mindful Learning, Meaningful Learning, dan joyful Learning A. Mindful Learning Beberapa poin penting dalam prinsip ini adalah: Guru perlu lebih memahami kebutuhan, bakat, dan minat anak didik Guru menciptakan suasana belajar yang adaptif dan tidak kaku (lebih fleksibel) Guru diharapkan semakin mampu mengenal karakter dan keunikan setiap anak didik. Guru membuat perencanaan pembelajaran secara lebih personal dan efektif untuk membangun aneka keterampilan, kecerdasan, dan karakter anak didik. Dengan menerapkan prinsip mindful learning di PAUD, guru PAUD dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan sesuai dengan kebutuhan setiap anak. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan dan kecerdasan anak, tetapi juga membantu membangun karakter yang positif sejak dini. B. Meaningful Learning Beberapa poin penting dalam Meaningful Learning adalah: Setiap materi dalam Kurikulum Ful-Ful disampaikan dengan tujuan yang jelas dan spesifik. Anak didik akan diajak untuk memahami relevansi materi yang dipelajari dengan konteks dalam hidup sehari-hari.Misalnya saat anak PAUD belajar tentang bunga. Anak didik didik juga akan diajak untuk berkunjung ke taman bunga, praktik merawat bunga, atau bercerita tentang pengalaman merawat bunga. Sehingga, anak didik akan terdorong untuk memaknai setiap topik secara lebih mendalam dan memahami manfaatnya dalam hidup sehari-hari. Melalui pendekatan Kurikulum Ful-Ful, anak PAUD dapat belajar secara menyenangkan dan mendalam dengan pengalaman langsung yang relevan. Hal ini membantu mereka memahami manfaat pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu dan kecintaan terhadap belajar. Baca juga: Fleksibilitas dan Kreativitas Guru dalam Kurikulum Merdeka Belajar C. Joyful Learning Kata “joyful” dan “fun” memang memiliki makna yang hampir mirip. Namun, “fun learning” yang kita pahami sebelumnya lebih mengutamakan kesenangan dalam bermain atau rasa senang saat melakukan kegiatan yang menyenangkan. Namun, seperti kita tahu dan tentu beberapa guru mungkin juga memahami bahwa saat anak didik merasa senang bermain, terkadang ada sesuatu yang sulit untuk dikontrol. Kata “joyful” yang memiliki makna “suka cita” mengutamakan rasa bahagia yang tetap terkendali, sehingga tidak kehilangan fokus atau tujuan dari suatu pembelajaran. Ketika anak didik mempelajari suatu hal yang ia minati dan sesuai potensinya, tentu rasa senang, nyaman, dan semangat akan muncul dengan sendirinya dan tanpa tekanan. Bunda PAUD Sahabat Educa, pendekatan “joyful learning” sangat relevan bagi anak PAUD di masa kini. Pendekatan ini mengutamakan pembelajaran yang menyenangkan namun tetap terarah dan bermakna. Dengan suasana pembelajaran yang penuh sukacita, anak diharapkan akan lebih mampu mengembangkan potensi dan minat mereka secara alami, tanpa kehilangan konsentrasi pada tujuan pembelajaran. Manfaat Pembelajaran yang Ful-Ful Bunda PAUD Sahabat Educa, Kurikulum Ful-Ful dengan prinsip Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning menawarkan pendekatan pembelajaran yang adaptif, relevan, dan menyenangkan bagi anak PAUD. Pendekatan ini tidak hanya mendorong anak didik dalam memahami materi secara lebih mendalam, tetapi juga mendukung perkembangan karakter, bakat, potensi, dan aneka keterampilan mereka. Dengan suasana belajar yang penuh makna dan sukacita, anak didik diharapkan juga akan semakin tumbuh menjadi generasi yang kritis, kreatif, berkarakter, berempati, serta siap menghadapi tantangan masa depan. Baca juga: Contoh 6 Kegiatan Pembuka Kelas PAUD yang Joyful Sumber Referensi: 1. Digitalcommons.hamline.edu. (2021). Article 1258 [1] 2. Literacytrust.org.uk. (2023). Mindfulness activities early years children [2]